Thursday, 29 September 2011

Resensi Bukuku - Semiliar Cinta untuk Ayah

Kali ini diambil dari blog ini:
http://rinaprilia.wordpress.com/2011/09/15/buku-semiliar-cinta-untuk-ayah/
Makasih ya Mba. Salam kenal *Nggak kenal sama pemilik blognya*

Libur lebaran kemarin selagi mudik ke kampung halaman saya membawa bekal beberapa buku sebagai teman menghabiskan waktu. Salah satunya buku Semiliar Cinta untuk Ayah ini. Fresh baru saya beli sehari sebelum mudik, dan saya tertarik dengan judulnya yang cukup eye catching. Paling tidak, untuk saya yang sudah hampir 3 tahun berpisah dengan sosok Bapak tercinta.

Benar, buku ini buat saya lebih bersifat emosional. Kehilangan Bapak 3 tahun lalu seringkali masih menyisakan sedih. Bukan, bukan karena sedih lantaran (saya yakin) insya ALLAH beliau lebih disayangiNya sehingga dipanggil duluan. Namun sedih yang selalu muncul kala teringat di hari-hari terakhirnya bersama kami, saya tak bisa mendampingi bapak, bahkan hingga penghujung nafas terakhirnya. :(

Buku terbitan Gema Insani Press ini berisi kumpulan kisah-kisah tentang sosok seorang Ayah di mata para penulisnya. Bagaimana seorang anak memandang keberadaan dan keberartian sosok ayah. Mereka mendeskripsikan sosok ayah masing-masing. Mereka bercerita tentang kasih sayang seorang ayah, bagaimana ayah masing-masing mendidik mereka di saat kecil. Lugas. Semua mengalir lepas, menurut penceritaan masing-masing penulis.  Dan tentu saja yang menarik, masing-masing penulis memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan dan mengeja cinta mereka bagi sosok ayah, dan semuanya unik :D . Ada sosok ayah yang mendidik dengan semi militer, sosok ayah yang tegas, ayah yang demokratis, ayah yang (dianggap) pemarah dan galak dst.  Seakan kesan yang selama ini muncul bahwa Ayah dianggap galak dan keras benar adanya. Di sisi lain,  dibalik ketegasan dan ke”galak”an seorang ayah, ternyata tersimpan kasih sayang yang mendalam bagi anak-anaknya. Buku ini selain mengingatkan kita tentang kasih sayang seorang ayah, juga mengingatkan para ayah untuk terus belajar menjadi sosok orangtua yang baik bagi anak-anaknya.

Sejujurnya, di beberapa kisah saya terbawa mbrebes mili, menangis. Beberapa kisah sosok ayah dalam buku tersebut berkali-kali mengingatkan saya pada bapak.  Dalam banyak hal. Dan saya bersyukur memiliki seorang ayah seperti bapak.

No comments:

Post a comment