Thursday, 11 August 2011

Resensi Bukuku - Semiliar Cinta untuk Ayah

Kali ini buku yang diresensi adalah "Semiliar Cinta untuk Ayah"
"Si Biru" yang lembut
Daaaan...yang meresensinya nggak tanggung-tanggung
Riawani Elyta, penulis produktif yang menjuarai banyak lomba menulis. Salah satu penulis favorit saya
Makasih ya Mpok Ria, dilarang GR :p
--------

Kontradiksi Sisi Ayah
Bisa dilihat di: http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150175721887260

Taraaa....dapet lagi buku gratisan! (asyik juga kalo tiap hari dapet ginian yak?:)) Bukunya Semiliar lagi...ups, maksudnya, judulnya Semiliar Cinta Untuk ayah. Ditengah serbuan antology tentang kisah ibu di tobuk ato yang dipajang di onlen, antology ini layak dapat tempat trsendiri. Mau tahu kenapa?

Pertama - saya suka banget ama tampilannya yang 'kompak', mulai dari cover yang soft n menyentuh, font tulisan yang 'ramah', juga endorser dan endorsement yang tepat. (pssst, ada bbrp antology kump. kisah yang sampe hari ini belum slese2 saya baca, bukan krn materinya, tapi lebih pada tampilannya yang kurang nyaman dimata), Trus untuk endors juga, Nggak jarang kita ketemu endors yang selangit tapi ternyata isinya....yaah, tapi kalo yang ini, klop banget, antara isi yang terangkum didalamnya dengan komentar dari masing2 endorsernya. Pendeknya, dengan hanya baca cover, pembaca bisa langsung membayangkan isi buku n nggak perlu was-was bakal ketipu.

Kedua - karena disini ada penulis2 favorit saya, sapa lagi kalo bukan trio Paula-Armandol-Esmeralda (yihaa langsung keliatan sapa yang idungnya langsung kembang sempurna :D), juga ada penulis2 yang sy kenal di FB dan ada yg pernah sebuku dengan saya jg kek mbak Ochi, Binta,Aki,  Lyn Wulyne, Nurul Asmayani, Selvy Erline, Santi Nuur P dan Annisa widiyarti.

Ketiga - krn bbrp kisah disini sukses bikin sy terharu, merinding,merenung. Juga ada kisah yang mirip dengan ksh ttg ayah saya, yaitu Bapakku Bukan Ayah Ideal dan Bapakku (tidak) Gagal. Ayah yang digambarkan sebagai sosok yang keras, galak, seakan ada jarak, antara lain karena faktor pengalaman hidup di masa lalu. Saya ingat, waktu SMA dulu pernah diwawancara koran lokal setelah terpilih jadi siswa berprestasi (ceilee, tuh kan masih masa jaya2nya dulu :D), eh pas nongol di koran, sang wartawan malah naroh judul wawancaranya  : Papa Saya Orangnya Memang Streng..qiqi (hasil wawancara ttg ini mungkin lebih seru ketimbang ttg prestasi kali yak?)

Dari keseluruhan kisah yg termuat di antology ini, ada benang merah kesamaan yang saya tarik, bahwa ayah adalah sosok yang kontradiktif. ayah seringkali dicap keras, kasar, cuek, gak pedulian, a.l. karena dia kurang mampu menyatakan cinta pada anak2nya secara verbal, takdir bahwa lelaki identik dengan ego terbukti saat ia harus mengemban tugas tanggung jawab sebagai ayah. Disatu sisi ia sangat mencintai keluarganya tapi disisi lain ia juga merasa dituntut untuk bisa menunjukkan power kepemimpinannnya, maka jadilah sosok ayah sebagaimana yang kita jumpai di lembar2 sebagian besar kisah di antology ini.

Juga ada bbrp warna berbeda saat sosok ayah digambarkan dari sudut pandang penulis lelaki. Yang tentu saja tidak semellow dan sedramatis penulis2 wanita saat mendeskripsikannya. Saya yakin, sampai detik ini sosok ayah tetap akan menghadirkan sisi kontradiktif ini. Dan kehadiran buku ini, cukup berarti untuk menjadi pengingat buat kita, bahwa dibalik keunikan karakternya, ayah adalah sosok yang punya semiliar cinta untuk kita, cinta yang terungkap dalam cara2nya yang mungkin baru akan kita fahami bertahun-tahun kemudian, ataupun disaat ia telah jauh dari sisi kita, atau bahkan telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya.

Kisah terfavorit saya? Judulnya Salam Kangen Buat Bapak. Mungkin karena ini adalah kisah pembuka yang tentunya merebut porsi terbesar juga menurut saya yg muatannya paling fokus dan membahas tema yang sedikit berbeda.

Kisah terjelek? Nggak ada. Rata2 bagus dan menyentuh. Jujur, kalo dulunya saya ikutan audisi antology ini yakin nggak masuk deh, (makanya nggak ikut :D), karena sampai hari ini saya tetap nggak mampu mengungkapkan bagaimana saya mencintai ayah dan bagaimana cinta ayah kepada saya selain hanya mampu merasakannya, menempatkannya di ceruk terspesial didalam hati tanpa pernah bisa mengajaknya keluar apalagi membaginya dengan yang lain.

Nah, jadi penasaran kan? Daripada kebawa mimpi, mending beli aja deh bukunya
Penerbit Gema Insani Press
Penulis: Novi Chi dkk
Harga Rp 39.900,00






 








No comments:

Post a comment